Laman

Selasa, 28 Maret 2017

Sistem Kerja Finger Print


Setelah menemukan mesin absensi fingerprint reader yang tepat, Anda masih perlu belajar bagaimana mengoperasikan dan mengetahui cara kerjanya, agar mesin awet dan memudahkan proses verifikasi. Di awal, Anda perlu mengikuti sejumlah pedoman penggunaan, seperti proses instalasi mesin fingerprint dan mendaftarkan sidik jari karyawan. 

Jika sudah, setiap karyawan tinggal menempelkan jari pada bagian layar yang telah disediakan. Sangat disarankan untuk memakai jari telunjuk, jari tengah, atau jari manis. Ini karena jempol dan kelingking termasuk jari yang biasanya sulit dikenali. 

Bila proses absensi berhasil, umumnya mesin yang berlayar LED akan menyalakan warna hijau. Proses verifikasi berlangsung sekitar 3 detik dan akan dibarengi dengan suara "terima kasih" atau "thank you". Sebaliknya, bila proses gagal, warna merah akan menyala dan meminta Anda mengulangi lagi. 

Selengkapnya, berikut cara kerja mesin absensi sidik jari secara umum: 


1. Pendaftaran dan Verifikasi User Baru 

 
Pendaftaran dan Verifikasi User Baru
Pendaftaran dan Verifikasi User Baru

User baru bisa mendaftarkan kesepuluh jarinya untuk tahap verifikasi. Cukup menggunakan satu nomor ID untuk melakukan pendaftaran. Secara teoritis, user baru perlu mendaftarkan seluruh sidik jari tangannya. Dengan demikian, masih banyak alternatif verifikasi fingerprint reader, jika salah satu jarinya terluka misalnya. 

Setelahnya, user bisa melakukan verifikasi untuk absen harian. Mesin fingerprint akan membaca sidik jari Anda dan membandingkannya dengan sidik jari yang sudah tersimpan sebelumnya. 

2. Batas Perbandingan (Threshold) 

Batas Perbandingan (Threshold)
Batas Perbandingan (Threshold) / www.phandroid.com
Batas ini diatur untuk mengetahui kemungkinan terjadinya "false rejection" dan "false acceptence". 
  • False rejection (penolakan palsu). Kondisi ketika mesin tak mengenali sidik jari, padahal sudah terdaftar. Anda bisa mengatur batas pengenalan ini untuk pengamanan. Jika kondisi gagal lolos kerap terjadi, Anda bisa mengadopsi mode verifikasi 1 banding 1 atau memasukkan ID + sidik jari.
  • False acceptance (penerimaan palsu). Kesalahan mesin fingerprint reader dalam mengenali user. Misalnya pengguna A dikenali sebagai pengguna B.
Jika jari-jari user rusak, Anda bisa menurunkan ambang kecocokan. Kedua pengaturan di atas sangat memengaruhi proses verifikasi yang dilakukan. Ketika penerimaan palsu diturunkan, maka akan meningkatkan penolakan palsu, pun demikian sebaliknya. 

3. Tingkatan Kewenangan 

 
Tingkatan Kewenangan
Tingkatan Kewenangan


  • Cara penggunaan fingerprint reader memiliki beberapa tingkat kewenangann. Di antaranya: 
  • User: Merujuk pada karyawan umum yang tugasnya hanya memverifikasi identitas mereka untuk absen harian atau membuka pintu.
  • Registrars: Mengacu pada pengguna yang memiliki kewenangan mendaftarkan atau menghapus user.
  • Administrator: Pengguna yang memiliki hak melakukan semua operasional terkait mesin absensi. Kecuali pengaturan lanjutan, mendaftarkan administrator dan super administrator.
  • Super Administrator: Merujuk ke penguna yang memiliki akses penuh ke semua fungsi mesin sidik jari. Di tingkat ini Anda dapat memodifikasi semua pengaturan sistem.
  • Terkait pengambilan atau scan sidik jari, ada sejumlah metode yang kerap dilakukan. Beberapa di antaranya ialah: 

  • Optical Scanning
  • Polanya merekam sidik jari dengan blitz atau cahaya. Blitz tersebut digunakan untuk penerangan ke permukaan sidik jari yang ditempelkan. Lalu, pantulan cahaya tersebut akan terekam di memori, untuk perbandingan proses verifikasi di lain waktu. 

  • Capasitive
  • Menggunakan cara pembentukan kapasitant untuk membuat citra sidik jari. Penggunaannya memanfaatkan kontur permukaan sidik jari. Cara mendeteksinya relatif lama, karena mesin melacak detail ke setiap lekukan jari. Selain itu alat ini juga memiliki aliran listrik. 

  • Thermal
  • Beberapa mesin absensi membaca sidik jari lewat perbedaan suhu di antara lipatan kulit saat jari ditempelkan dengan mesin tersebut. Caranya, Anda cukup mengusapkan jari di atas area scan. Bila cuma ditempelkan saja, maka prosesnya tidak akan berjalan. Ini karena suhu tidak mengalami perubahan. 

MENGONEKSIKAN FINGER PRINT DENGAN SMART PHONE

Sewaktu kita ingin absen masuk dan keluar repot mengantri, sedangkan kantornya di lantai paling atas gedung....??? Bagaimana ya....
Sekarang sudah ada aplikasi absensi via mobile android, I Phone dan PC. Masa?? Yup...Jadi kita tidak perlu repot-repot antri karena sudah berbasis Cloud / Internet.
Waahh berarti kita bisa absen di sembarang tempat? Eits nanti dulu...aplikasi ini sudah dirancang dengan GPS, jadi hanya bisa di absen di sekitar kantor dengan radius yang sudah ditentukan.
Aplikasi ini bernama Time and Attendance Software dari Easy Clocking dan bisa didownload di PlayStore.

Tampilan data waktu karyawan yang tercatat secara Real Time


Penentuan lokasi untuk absen karyawan melalui mobile android




Penjadwalan karyawan


 Setting pekerjaan karyawan


Tampilan untuk melihat siapa saja yang masuk yang dapat di akses via Internet



Tampilan Android untuk absen masuk dan keluar

Jadi admin atau bos yang menangani absensi karyawan dapat dengan mudah mengetahui data karyawan di mana saja

Senin, 27 Maret 2017

Sistem Informasi Management Proyek

Pengertian Proyek

Proyek adalah suatu rangkaian pekerjaan yang diada-kan dalam selang waktu tertentu & mempunyai tujuan khusus. yang membedakan proyek dengan pekerjaan lain adalah sifatnya yang khusus dan tidak bersifat rutin pengadaannya, sehingga pengelolaannya pun memerlukan ekstra lebih banyak. Semua proyek selalu mengandung resiko relatif besar berkaitan dengan manajemen yang diterapkan untuk proyek itu.
Konsep Dasar Manajemen Proyek Sistem Informasi
Konsep Dasar Manajemen Proyek Sistem Informasi
Proyek yang dikerjakan dengan manajemen asal-asalan maka bisa berakibat buruk, tidak hanya materi, waktu dan tenaga tetapi juga kredibilitas, hubungan baik dll. sumber kegagalan terutama terletak pada manajemen, misal pada saat perencanaan terjadi kesalahan identifikasi, baik identifikasi kebutuhan maupun identifikasi potensi sehingga jadwal yang disusunpun menjadi tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan menjadi penyebab gagalnya proyek.

Tujuan Manajemen proyek

Tujuan manahemen proyek sistem adalah untuk mewujudkan gagasan atau ide yang timbul dari naluri manusia baik secara perorangan maupun organisasi dalam bentuk original (utuh, murni dan nyata) dengan sifat pengelolaan proyek yang spesifik dalam mewujudkan tujuan.
Sifat khas dari suatu manajemen proyek, antara lain:
  • Mempunyai upaya pendekatan sistematis yang menguntungkan atau positif
  • Sifat pekerjaan yang khas dan menonjol
  • Siklus kehidupan perkembangan yang spesifik
  • Peran pimpinan proyek lebih dominan
Manajemen proyek dilakukan melalui pendekatan sistematis yaitu upaya menguraikan atau merinci komponen-komponen obyek  untuk dipelajari  dan dievaluasi permasalahan, kelemahan maupun kebutuhan sehingga dicarikan alternatif solusi terbaik yang menguntungkan atau yang positif, adapun komponen sistem merupakan unsur-unsur yang membangun terbentuknya sistem berupa aktivitas dan fasilitas, dimana komponen yang ada saling terkait dan berinteraksi satu sama lain
Interaksi antar komponen mempunyai ciri khas yang menonjol, berupa interaksi aktivitas (task) yang  membentuk suatu kejadian (event) dan kejadian ini akan menunjukkan fungsi (function) setiap unsur yang membangun sistem, untuk dapat terjadinya interaksi antar aktivitas dibutuhkan wadah atau fasilitas yang memadai, sehingga pengelolaan proyek dapat mewujudkan tujuan melalui pekerjaan yang jelas dan spesifik baik bentuk maupun prosesnya, dengan demikian wujud fisik yang monumental pada proyek dapat dengan mudah diamati  dan dipelajari bagi setiap orang Karena setiap pelaksanaan proyek berbeda dan tim yang menangani suatu proyek juga tidak pernah seutuhnya sama, maka setiap pengelolaan proyek mempunyai “siklus kehidupan “ yang khas artinya proyek mempunyai nuansa sosial budaya yang berbeda baik lokasi maupun jenis pekerjaan, akibatnya setiap proyek mempunyai tujuan yang dinamis, dan keberadaan poyek sebagai sarana untuk berkembang dipengaruhi oleh aktifitas manusia yang terlibat didalamnya, karena itu peran dominan pimpinan proyek lebih dibutuhkan sebagai pengelola dan dinamisator untuk memberikan pengarahan positif terhadap anggota organisasi proyek.
Peran sentral tidak terletak pada pimpinan proyek namun lebih dominan dalam manajemen proyek, karena pimpinan proyek merupakan satu tim dalam manajemen proyek, yang terdiri atas pemilik proyek (owners), konsultan dan sub kontraktor dalam sub proyek.

Karakteristik Proyek

Dengan Memahami sifat khas dari pengelolaan proyek seperti yang diuraikan diatas maka dapat menjadi pelajaran dan modal yang berharga dalam melibatkan diri pada pengelolaan proyek, sebab pelaksana proyek diharapkan dapat mempertimbangkan dalam pengambilan keputusan pada setiap tindakan manajemen proyek, sehingga keputusan dicapai dengan hasil maksimum, diterima dan memuaskan semua pihak yang terkait, dan mampu memberikan perubahan positif pada user baik sebagai pribadi maupun lingkungan masyarakat yang membutuhkan, hal ini sesuai dengan karakteristik proyek, yaitu :
  • Mempunyai tujuan spesifik
  • Hasil akhirnya bisa diserahkan dan dimanfaatkan
  • Melibatkan banyak jenis sumber daya
  • Jenis pekerjaan yang unik
  • Dibatasi oleh suatu nilai tertentu yang jelas (ruang lingkup, waktu, kualitas dan biaya)
  • sehingga proyek merupakan sarana dan wahana untuk melakukan perubahan dari ide atau gagasan yang telah dibangun

Fungsi Inti Pelaksanaan Manajemen Proyek

  • Manajemen Integrasi Proyek (MIP), merupakan tempat integrasi dari seluruh aktivitas manajemen proyek yang ada dalam rangka mengoptimumkan obyektif proyek
  • Manajemen Ruang Lingkup Proyek (MRLP), merupakan batasan obyek yang ingin diraih yaitu suatu produk yang memiliki fitur, fungsi dan spesifikasi tertentu.
  • Manajemen Waktu Proyek (MWP), merupakan target waktu dari output yang diharapkan agar dapat dimanfaatkan pada waktu yang tepat
  • Manajemen Biaya Proyek (MBP), merupakan pengaalokasian sejumlah sumber dana berupa investasi untuk pembiayaan kebutuhan pelaksanaan proyekmyang mencakup perencanaan sumber dana, estimasi biaya, anggaran biaya dan pengendalian biaya
  • Manajemen Kualitas Proyek (MKuP), merupakan pemenuhan kebutuhan yang mendasar terhadap output yang dihasilkan berupa kualitas yang terstandarisasi, yang mencakup perencanaan kualitas, pertanggungan kualitas dan pengendalian kualitas
  • Manajemen Sumber Daya Insani Proyek (MSDIP)

Fungsi Fasilitas Pelaksanaan Manajemen Proyek

Merupakan pengaturan kebutuhan SDM dalam pelaksanaan proyek yang mencakup perencanaan organisasi, akuisisi karyawan dan pembangunan tim kerja
  • Manajemen Komunikasi Proyek (MKoP), merupakan pendistribusian jalur komunikasi yang terjadi akibat banyaknya keterlibatan individu maupun letak lokasi (geografis) dalam pelaksanaan proyek yang mencakup perencanaan komunikasi, pendistribusian informasi, pelaporan kinerja dan klosur administrasi
  • Manajemen Resiko Proyek (MRP), merupakan pengelolaan resiko untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan mencakup identifikasi resiko, kuantitas resiko, pengembangan responsi resiko dan pengendalian responsi ressiko
  • Manajemen Pengadaan Proyek (MPP), merupakan penfaturan kebutuhan prosuk atau perangkat yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek dari awal hingga akhir, mencakup perencanaan pengadaan, perencanaan permintaan, permintaanpengadaan, pemilihan supplier, administrasi kontrak dan penutupan kontrak
Manajemen Integrasi Proyek
Manajemen Integrasi Proyek

Pengukuran keberhasilan Proyek

Ada empat hal yang mendasari pengukuran keberhasilan  proyek, yaitu
  • Ruang lingkup proyek, merupakan batas wilayah pengelolaan proyek yang meliputi permasalahan, kelemahan, kebutuhan untuk menilai batas kelayakan proyek
  • Biaya proyek, merupakan besarnya biaya atau dana yang dibutuhkan dalam pengelolaan proyek, baik dalam pelaksanaan maupun pasca pelaksanaan sehingga dapat ditentukan besarnya nillai investasi yang dibutuhkan serta biaya operasional yang tepat, agar nilai manfaat pada proyek dapat diraih dengan maksimal yang berdampak pada nilai kompetitif usaha untuk kelangsungan hidup usaha secara opimal
  • Kualitas pekerjaan proyek, merupakan kualitas pada proses maupun produk dari hasil akhir pekerjaan proyek yang didasarkan pada standar tertentu atau perbandingan model yang ada atas dasar kontrak pekerjaan proyek
  • Waktu penyelesaian pekerjaan, merupakan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan proyek dengan tetap mempertimbangkan serta memperhatikan batas waktu yang ditentukan oleh fihak manajemen (pemilik proyek)
Secara umum, peran pimpinan proyek lebih dominan dan menentukan upaya pencapaian tujuan proyek, maka pimpinan proyek diharapkan mempunyai otoritas, kemampuan fungsi manajemen serta administrasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, artinya ’sifat khas proyek’ dan ‘karakteristik proyek’ lebih dipahami dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam setiap pengambilan keputusan atas pelaksanaan proyek, sehingga pengukuran keberhasilan proyek dapat dilakukan dengan tepat dan memadai.

Manajemen Proyek Sistem Informasi

Pengertian Manajemen Proyek Sistem Informasi

Manajemen proyek sistem informasi adalah proses pengelolaan proyek yang meliputi perencanaan, pengorganisasian dan pengaturan tugas- tugas serta sumber daya yang dimiliki untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai, dengan mempertimbangkan faktorfaktornya, terutama waktu dan biaya. Sebuah proyek sederhana barangkali hanya membutuhkan secarik kertas untuk menyusun perencanaannya. Namun tidak bisa demikian utk mega proyek, unsur yang terkait berjumlah sangat besar. Melibatkan ribuan pekerja, dana trilyunan rupiah, waktu pelaksanaan tahunan dll. Sehingga harus menggunakan manajemen yang kelas ‘mega’ juga.
Secara sederhana, manajemen proyek sistem informasi bisa disusun dengan menjawab pertanyaan sbb:
  • Apakah yang harus dikerjakan?
  • Apa dan siapa yang harus menyelesaikan tugas-tugas yang ada?
  • Sampai kapan waktu yang tersedia?
  • Bagaimana pembiayaannya?
  • Apa yang terjadi apabila proyek terlambat selesai? atau bahkan gagal?

Penekanan Manajemen Proyek Sistem Informasi

Idealnya sebuah proyek harus mampu memberikan optimasi sistem yang ada. untuk itu diperlukan suatu manajemen proyek sistem informasi yang baik, terutama ditekankan pada:
  • Organisasi proyek harus tangguh, tahan terhadap gangguan-gangguan yang timbul, baik dari luar maupun dari dalam.
  • analisa kebutuhan dan sumberdaya harus akurat, jangan sampai ada yang tidak dikenali. toleransi yang ketat harus diberlakukan, mengingat ‘harga’ yang harus dibayar cukup tinggi bila proyek gagal.
  • Pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan perencanaan yang telah disusun dengan matang.
  • Pengembangan sistem yang ada, baik untuk penyesuaian dengan perkembangan jaman maupun untuk optimasi sistem yang telah ada dan terkait dengan proyek.

Fase Proses Manajemen Proyek Sistem Informasi

Secara bertahap, manajemen proyek sistem informasi bisa dipilah menjadi beberapa fase proses, yaitu:
  • Perencanaan dan penyusunan jadwal. adalah tahapan paling penting krn didalamnya terdapat proses penentuan tugas dan durasinya dan penentuan hubungannya dengan tugas-tugas lainnya.
  • Pengelolaan perubahan. selama melaksanakan proyek, sering kali diperlukan penyesuaian antara rencana dengan kenyataan yang ada.
  • Publikasi informasi proyek.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Manajemen Proyek Sistem Informasi

Siklus Hidup Proyek Sistem Informasi

Secara umum, proyek bersifat unik dan mengandung derajat ketidakpastian yang tinggi, maka suatu proyek biasanya dibagi ke dalam beberapa fase agar dapat dilakukan kontrol yang lebih baik oleh manajemen. Tiap- tiap akhir suatu fase dalam proyek ditandai dengan adanya deliverables yang dapat diukur kualitas dan kuantitasnya. Siklus hidup proyek  mendefinisikan suatu awal dan akhir dari proyek sehingga urut-urutan kegiatan dari proyek dapat terlihat dengan jelas dan teratur. Kadang-kadang beberapa kegiatan dalam suatu proyek dilakukan secara paralel atau overlapping dan sering diistilahkan sebagai fast tracking.

Pemangku Kepentingan

Pemangku Kepentingan adalah individu atau organisasi yang secara aktif terlibat di dalam suatu proyek, atau kepentingan seseorang yang akan terpengaruh baik secara positif ataupun negatif sebagai akibat dari eksekusi suatu proyek ataupun selesainya suatu proyek. Tim Manajemen proyek harus mengidentifikasi pemangku kepentingan untuk mengetahui apa saja kebutuhan dan harapan mereka terhadap suatu proyek yang apabila dipenuhi dapat berpengaruh terhadap suksesnya suatu proyek. pemangku kepentingan dari setiap proyek dapat meliputi :
  • Manajer Proyek, orang yang bertanggung jawab melaksanakan proyek
  • Pelanggan, orang atau organisasi yang akan menggunakan produk tersebut
  • Organisasi pelaksana, perusahaan dimana kebanyakan karyawannya terlibat langsung dalam melaksanakan proyek tersebut
  • Sponsor, orang atau grup di dalam organisasi pelaksana yang menyediakan kebutuhan dana untuk pelaksanaan proyek
Pemangku Kepentingan

Struktur Organisasi

Suatu proyek biasanya merupakan bagian dari suatu organisasi yang lebih besar. Struktur organisasi dari suatu perusahaan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan suatu proyek, karena tugas dan tanggung jawab dari anggota proyek dalam struktur organisasi yang berbeda adalah tidak sama. Saat ini terdapat beberapa tipe struktur organisasi yang diterapkan dalam perusahaan, diantaranya adalah :

Struktur Organisasi Fungsional

Dalam struktur ini tiap bagian dipimpin oleh manager fungsional yang membawahi beberapa staf. Suatu proyek biasanya diketuai oleh seorang manager fungsional yang anggotanya dapat diambil dari staf manager fungsional lainnya.
Struktur Fungsiona
Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini :
  • Fokus pada pembagian tugas berdasarkan fungsi bagiannya masing-masing
  • Komunikasinya menggunakan Komunisai bawah-atas sehingga kontrol atasan terhadap bawahan lebih mudah, sederhana, dan tidak berulang-ulang
  • Masing-masing bagian cenderung hanya fokus pada bidang kerja masing-masing dan komunikasi antar bagian cenderung kurang terbuka
  • Pergerakan dan komunikasi tiap-tiap bagian masih tersekat-sekat
  • Biasanya ditemukan pada organisasi-organisasi yang memproduksi barang

Struktur Organisasi Matriks

Dalam struktur matriksi tiap bagian dipimpin oleh manager fungsional yang membawahi beberapa staf. Suatu proyek biasanya terdiri dari staf-staf dari beberapa manager fungsional yang berbeda dan dipimpin oleh salah seorang staff tersebut.
Struktur Matriks
Struktur Matriks

Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini :
  • Terdapat pembagian berdasarkan proyek/kegiatan yang sedang dijalankan
  • Namun tetap menggunakan SDM dari tiap divisi yang kesemuanya secara bersama-sama menangani semua proyek
  • Pemanfaatan SDM-nya efisien karena anggota mempunyai pekerjaan yang tetap walau proyek telah selesai
  • Komunikasi dan sharing antar divisi lebih baik dibandingkan dengan tipe fungsional
  • Ada keterlibatan pemnagku kepentingan yang kuat
  • Pembagian SDM harus jelas untuk setiap proyeknya, jangan sampai terjadi “rebutan SDM”
  • Setiap anggota berkecimpung di setiap proyek yang ada, sehingga komunikasi mereka terhadap setiap atasannya yang notabene lebih dari satu bisa jadi membingungkan
Ada tiga sub dari tipe ini, diantaranya :
  • Weak Matrix, peran Manajer Proyek kuat, peran Manajer Fungsional lemah. Manajer Fungsional hanya sebagai penyedia SDA yang ada. ƒ
  • Balanced Matrix, peran Manajer Proyek dan Manajer Fungsional setara. ƒ
  • Strong Matrix, peran Manajer Proyek lemah, peran Manajer Fungsional kuat. Manjer Proyek hanya sebagai koordinator proyek.

Struktur Organisasi Proyek

Dalam struktur ini tiap bagian dipimpin oleh Manajer proyek yang langsung membawahi staf-staf yang menangani langsung suatu proyek.
Proyek Struktur.png
Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini :
  • Fokus pada pembagian berdasarkan proyek yang sedang dikerjakan
  • Masing-masing kegiatan proyek mempunyai struktur sendiri, mulai dari pemimpin proyek sampai divisi-divisinyanya
  • Komunikasi di dalam proyek lebih terkendali dan fungsi pengawasan pemimpin proyek terhadap proyeknya juga mudah
  • Dibutuhkan lebih banyak SDM untuk masing-masing proyek
  • Ada kemudahan dalam memasukkan konsultan luar (outsourcing) dalam pengerjaan proyek
  • Setiap karyawan dituntut untuk mempunyai rasa tanggung jawab dan inisiatif yang tinggi
  • Kurang cocok untuk organisasi yang membutuhkan banyak proses administrasi dan birokrasi

Keahlian Manajerial

Aspek ini sangat berpengaruh terhadap proyek karena kelangsungan dari proyek sangat tergantung dari keahlian manajer proyek untuk menangani aspek finansial, perencanaan, organisational dan aspek lainnya secara sinergis dan berkesinambungan.
management skills

Beberapa contoh keahlian manajemen yang harus dimiliki oleh pemimpin proyek adalah:
  • Kepemimpinan
  • Komunikasi
  • Negosiasi
  • Pemecahan Masalah
  • Mempengaruhi Organisasi
  • Pemersatu
  • Pengambil Keputusan

Pengaruh Sosioekonomi

Faktor ini lebih tergantung kepada faktor eksternal organisasi karena dipengaruhi oleh pihak ketiga yang tidak dapat dikontrol oleh pelaksana proyek. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah:
  • Standar dan regulasi yang berlaku
  • Globalisasi
  • Pengaruh budaya
  • Kondisi perekonomian
  • Stabilitas politik

Contoh SIM

Contoh Sistem Informasi disertai Data, Prosses dan Informasinya

Tujuan Sistem Informasi dari sebuah Hotel itu sendiri yaitu:
1.      Lebih meningkatkan pelayanan Hotel
2.      Agar data-data yang ada di Hotel tersebut bisa tersusun rapihY
3.      Kemudahan dalam pencarian kamar yang kosong, kelas kamar dan lain-lain yang berhubungan dengan Hotel.
4.      Meningkatkan citra pelayanan Hotel tersebut.
Berdasarkan definisi di atas, maka kita dapat membagi Sistem Informasi Manajemen menjadi 5 komponen utama guna menunjang terlaksanana penerapan sistem informasi yang benar dan sesuai kebutuhan:
  1. Software (Sistem Informasi Manajeman Hotel)
  2. Hardware (Perangkat Kerasa berupa Komputer, printer dan lainnya)
  3. Networking (Jaringan LAN, Wireless dan lainnya)
  4. SOP (Standar Operasional Prosedur)
  5. Komitmen (Komitmen semua unit/instalasi yang terkait untuk sama-sama mejalankan sistem karena sistem tidak akan berjalan tanpa di Input)
  6. SDM (sumberdaya manusia adalah factor utama suksesnya sebuah sistem dimana data diinput dan di proses melalui tenaga-tenaga SMD tersebut)
Sistem Informasi Manajemen saat ini merupakan sumber daya utama yang mempunyai nilai strategis dan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai daya saing serta kompetensi utama sebuah organisasi dalam menyongsong era Informasi ini sebuah system informasi juga harus disertai datanya, prosesnya dan informasinya pada sebuah hotel berikut penjelasannya
-DataPengumpulan data digunakan untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan dalam sebuah system informasi, contoh pengumpulan data disebuah hotel ketika tamu menuju receptionist dan menyanyakan kamar yang kosong kemudian tamu memesan kamar yang dipilihnya dan kasir pun memasukan data ke komputer tersebut bahwa kamar nomer sekian telah dipesan oleh tamu, isi data tersebut yaitu nama tamu, nomor kamar, tanggal kedatangan tamu ke hotel, untuk berapa hari, kelas hotel yang akan di inapkan dan berapa kamar yang akan ditempati untuk menginap. Semua itu akan dimasukan kedalam sebuah program yang telah dibuat oleh pihak hotel. Contoh gambar.




-Proses/Pengolahan DataPengertian pengolahan data adalah suatu proses merubah informasi tanpa nilai apapun kemudian dilakukan suatu kegiatan sehingga informasi tersebut dapat memberikan suatu yang berharga bagi suatu organisasi sehingga organisasi tersebut dapat mengambil suatu keputusan.
Langkah utama pengolahan data adalah :
-          Input  
Merupakan suatu proses memasukan data kedalam alat input
-          Proses atau pengolahan
Merupakan proses pengolahan dari data yang sudah dimasukkan oleh alat pemroses, seperti perhitungan, perbandingan, klasifikasi, pengurutan, pengendalian atau melakukan penyimpanan
-     Output Merupakan proses menghasilkan dari hasil pengolahan data yaitu berupa informasi

Contoh Gambar.



1.      Penjelasan proses 1 :
1. Pengecekan  pesanan dilakukan pada saat tamu memesan kamar
2.      Penjelasan proses 2 :
1. Pemberitahuan konfirmasi pesanan dilakukan setelah tamu memesan kamar dan setelah dilakukan pengecekan kamar.
3.      Penjelasan proses 3 :
1.      Pendataan tamu dilakukan pada saat tamu sudah mendapatkan pesanan kamar yang diinginkan.
2.      Pendataan pembayaran dilakukan pada saat tamu selesai melakukan penyewaan kamar
4.      Penjelasan proses 4 :
1.      Pencetaan kwitansi dilakukan setelah tamu melakukan transaksi pembayaran
5.      Penjelasan proses 5 :
1.      Pembuatan laporan akan diberikan kepada Generl Manajer sebagai bahan untuk pengambilan keputusan
2.      Laporan-laporan tersebut merupakan informasi yang di hasilkan oleh sistem.

-Informasi:
    Informasi adalah data yang di olah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Kualitas Informasi adalah kualitas dari sistem informasi tergantung dari beberapa hal, yaitu
a. Akurat
     Akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan..
b. Tepat pada waktunya
     Tepat pada waktunya berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat, informasi yang sudah lama tidak akan memiliki nilai lagi.
c. Dapat dipercaya
     Informasi tersebut berasal dari sumber yang dapat dipercaya, sumber tersebut juga telah teruji tingkat kejujurannya.
        Laporan  yang dihasilkan oleh bagian  pengolahan data pada Hotel  adalah laporan pembayaran dan  pendataan tamu, ini dikerjakan masih manual sekalipun dalam penggunaannya menggunakan computer. Kemudian hasilnya akan diserahkan kepada pihak manajer dalam bentuk sebuah informasi yang berkualitas.